Monday, November 01, 2004

Pendidikan Indonesia

Hallo semuanya,
Tulisan ini didedikasikan hanya untuk bangsa tercinta kita, yaitu Indonesia. Betapa semrawutnya kondisi saat ini tidak seharusnya menumpulkan harapan kita akan masa depan yang lebih baik. Tulisan ini tidak bermaksud menggurui ataupun menyalahkan. Kita bertukar pikiran hanya untuk mencari solusi terbaik, siapa tahu solusi ini bisa diimplementasikan dalam kondisi riil.
Tulisan, tanggapan, pengetahuan, artikel rekan-rekan sangat diharapkan sekali agar wawasan kita semua bertambah. Saya selaku pembuat blog ini sangat bisa jadi memiliki banyak kelemahan (seperti keahlian menulis yang masih amatiran!). mungkin ini semua bisa di-cover oleh rekan-rekan semuanya.
Ok, partisipasi rekan-rekan dalam blog inisangat dinantikan. Makasih banyak!

41 Comments:

Anonymous Anonymous said...

Ok saya setuju bahwa bangsaku memang sedang mabuk kepayang dengan gelar, sementara kepala kosong. Hal ini memang memalukan. Sudah bobrokkah mental bangsaku ini. Ah....tidak semua demikian, masih banyak pula yang jujur, tapi dengan perbandingan yang tidak seimbang. Wah mari kita mulai hidup jujur dari diri sendiri dulu. Kemudian kita tularkan pada yang lain . Ok. Aku

9:07 PM  
Anonymous Anonymous said...

Memang menyedihkan realita yg ada di masyarakat. Pada dasarnya memang semua balik ke diri sendiri. Kalau kita mendidik diri kita sendiri salah .. pasti hasil akhirnya juga salah.

9:12 PM  
Anonymous Anonymous said...

pendidikan di indonesia... masih kabur banget dari idealisme yang seharusnya ada.. sayangnya orang-orang yang bertanggungjawab soal pendidikan terutama pemerintah, apa iya masih kurang ngerti pentingnya pendidikan buat membangun bangsa??? jangankan sama negara maju, sama negara tetangga aja kita masih kalah jauh banget,,, apa mereka ga pelajarin sejarah klo negara2 laen bisa maju berangkat dari kebijakan dibidang pendidikan yang lebih dulu didukung sama ekonomi yang ada, bukan kebijakan dibidang ekonomi yang didukung sama pendidikan...

4:01 PM  
Blogger Kak Aji DS said...

salam hangat nan fokus.

saya setuju bahwa pendidikan di Indon harus diperbaiki.

Selain masalah guru, juga masalah siswanya. Mereka harus mempunyai cita-cita yang jelas dan fokus.

bagi yang ingin berbagi dgn saya, silakan tengok saya punya blog:

www.dreamsmarter.blogspot.com

sekian
salam hangat
aji

7:56 PM  
Blogger tomboy said...

saya sngt stj dgn anda.....

g hny org ky yg bs knl penddkn
tp...smua nnnnn
g hrs jg mahalllll

ok...
bangsa q ni mmg dah bo2brok
khususnya pendkn

2:06 AM  
Blogger Didit Prastyawan said...

saya setuju dengan pendapat tentang pendidikan tersebut,.. salam kenal

10:14 PM  
Anonymous Anonymous said...

wah artikel ini sangat ''gue banget deh" ..bener kang,,kondisi pendidikan di indonesia ini sudah keluar dari arah semestinya..sudah tidak tidak mencerdaskan..saya membayangkan jika sistem pendidikan di qaryah tayyibah juga diterapkan diseluruh pelosok negeri, aku yakin negara ini akan menjadi negara yang benar-benar terdidik..sukses pendidikan indonesia.

11:55 PM  
Anonymous Anonymous said...

Diskriminasi pendidikan antara pendidikan formal mandari dan formal standar sangat menyedihkan dan tidak sejalan dengan konstitusi kita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Apakah orang tua yang miskin (anak bangsa yang miskin) , anaknya harus menderita tekanan batin dengan kemiskinan orang tuanya.Bagaimana peranan negara dalam rangka mensejahterakan rakyatnya ? Kalau negara tidak mampu mensejahterakan rakyatnya maka pendidikan anak bangsanya harus diambil alih oleh negara, bukan membuat isu pendidikan mahal. Jangan-jangan karena Bambang S yang profesor akuntan yang kurang mendalami ilmu pendidikan sehngga semua dikalkulasi secara matematik sehingga membagi pendidikan menjadi pendidikan mahal dan pendidikan murah. Makanya pemerintah mendatang harus memilih menteri pendidikan yang mengerti pendidikan. Tolong sampaikan ke SBY supaya memilih Mendiknas yang mengerti filosofi pendidikan sehingga pendidikan tidak salah langkah.

7:25 PM  
Anonymous Bahrun Ali Murtopo said...

pendidikan yang layak dan pas tujuan indonesia benernya apa sih . kalo aku lihat indonesia pendidikan akan maju yaitu mengunakan arah pada pertanian ,karena negara kit NEGARA argraria

6:24 AM  
Anonymous Bahrun Ali Murtopo said...

kami engga setuju bangsa kita di rusak oleh pendidikan dan sistem yang engga percaya diri dengan bangsa kita sendiri.

6:26 AM  
Anonymous Anonymous said...

Saya sangat sedih dengan nasib akan generasi yang akan datang bila para guru sekarang ini hanya menyandang gelar sebagai sarjana pendidikan namun mereka tidak memiliki jiwa seorang guru yang sesungguhnya. gelar hanya mereka perebut kan hanya untuk mendapat kerja dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

nopriyanti

8:14 PM  
Anonymous yudi said...

tul-betul-betul. dalam memajukan pendidikan memang dibutuhkan kerjasama dari berbagai elemen, pemerintah, akademisi, dan masyarakat.
produk pendidikan saat ini terasa mengecewakan...

10:49 PM  
Blogger QOM said...

Dari tulisan " Pendidikan Indonesia" ternyata walaupun sudah usang, tapo ko masih cocok dengan deadaan sekarang padahal tilisnnya dibuat 5 tahun yang lalu, artinya pendidikan kita jalan ditempat kapan ya merayapnya jangankan berlari merayappun belum

3:43 PM  
Anonymous Anonymous said...

betul, saya jg bingung yang salah sebenarnya siapa ya?
harusnya kita belajar dari masa lalu!!!!

8:07 PM  
Anonymous Mutu Pendidikan" rel="nofollow">putihtua said...

Ujung2nya memang masalah perut. Kalo yang duduk diatas kasih contoh bener, yang dibawah juga niru. Yang diatas nggak mikirin yang di bawah, gimana dibawah mo mikirin ngedidik anak orang....

11:43 AM  
Anonymous Anonymous said...

Memang untuk yang masih berhati-nurani pasti merasakan bahwa dunia pendidikan kita semakin amburadul.. .
Tapi dilain pihak yang hatinya sudah mengeras, tentu berkata lain. . . menurutnya pendidikan kita sudah bagus terbukti dengan diraihnya medali-medali dan prestasi2 internasional. . . . dan parahnya yang berhati keras tersebut adalah para penguasa dan pembuat kebijakan . .
Tidak ada jalan lain : "REVOLUSI"
Mari rapatkan barisan, susun kekuatan .. jangan biarkan negeri ini semakin hancur oleh tangan2 penguasa tsb.

2:35 AM  
Blogger choose said...

yup saya setuju.....pendidikan yang berkualitas lah yang terbaik bukan pendidikan yang mahal

10:08 PM  
Anonymous ardie said...

kita sebagai bangsa indonesia harus bersama-sama memajukan pendidikan yang ada di negara kita. kalau teman2 pengen membaca artikel-artikel tentang pendidikan bisa di-view at http://ardiekoleksi.blogspot.com/

12:35 AM  
Anonymous Kang Bull said...

Artikel Anda sangat menarik dan memberi insirasi. Saya mengundang kepada seluruh kritisi pendidikan untuk berdiskusi bersama untuk memajukan pendidikan di Indonesia di Portal Pendidikan Indonesia. Semoga dengan media diskusi ini, pendidikan Indonesia bisa semakin maju dan cepat berbenah.

9:27 AM  
Anonymous Anonymous said...

tul tu pedidikan kita sangat semrawut makanya harus kita benahi... ni juga situs pendidikan yang bisa jadikan tambahan refernsi sambil belajar

9:44 AM  
Anonymous Anonymous said...

itu betul sekali...
ni ada yang lebbih ekstrem lagi pendidikan di indonesia
Disfungsi ereksi pendidikan

9:53 AM  
Blogger danta said...

pendidikan di Indonesia dinilai semakin merosot
hal ini dapat dibuktikan dari banyaknya pengangguran disetiap daerah, pekerja anak yang semakin meningkat.... sekaligus biaya pendidikan yang tergolong mahal ,,,, bahkan sangat mahal ...
banyak blog yang memuat tentang dinamika pendidikan di Indonesia... salah satunya adalah http://fkim-langsa.blogspot.com

8:30 AM  
Blogger fashion88.blogspot.com said...

ANDA BUTUH DANA TUNAI 2 HINGGA 200 JUTA,PROSES CEPAT BUNGA MULAI 0,72% PERTAHUN,CUKUP JAMINKAN BPKB MOBIL,TRUCK,TRAVEL,JEEP,SEDAN,PICK UP,COLT MULAI TAHUN 90 KE ATAS LEASING RESMI BPKAB AMAN DAN TERJAMIN,PERSYARATAN BAWA FOTOCOPY NYA KTP,KK,REK LISTRIK,STNK,BPKB
VIA SMS 085229348635 DAN 085876764880 RULLY
KANTOR CITRA MANDIRI MULTI FINANCE Jl Puri Anjasmoro Bl F-12, Semarang , Jawa Tengah, 50144, Indonesia info ( herbalmodern.blogspot.com )

5:18 AM  
Anonymous Anonymous said...

Sebagai org tua, sy sangat prihatin dg sistem pendidikan kita.
Coba anda lihat anak2 SD sekarang, pulang hampir sore..lalu mrk masih harus mengikuti bimbel di luar sekolah. Tujuannya hanya supaya lulus UN.
Coba cek tas ransel mrk, berapa buku sehari yg harus mrk bawa?
Dan pemerintah (menteri pendidikan yg lugu..) Mengatakan bahwa UN adalah pIlihan tepat agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lainnya.
Coba Indonesia terapkan sistem pendidikan berbasis Multiple Inteligence, dimana setiap anak mahir dibidangnya masing2...mrk memiliki skill dg bakat dan minat mrk...sy rasa pendidikan Indonesia akan maju menyamai negara2 maju lainnya.

Terlalu banyak mata pelajaran yg dicekoki ke otak anak2 kita hanya akan membuat mrk menjadi stress...mubazir, krn pd akhirnya pelajaran yg tdk diminati mrk tdk akan masuk ke dlm otak...hanya menambah beban sj bg anak2 kt.
Lebih baik, anak2 belajar sedikit mata pelajaran tetapi menjadi ahli...daripada banyak mata pelajaran tetapi hanya tau sedikit2...

11:43 AM  
Anonymous Anonymous said...

Saya merasa miris dengan pendidikan di Indonesia. Makin hari makin memprihatinkan.
Contohnya UN, di lapangan praktik kecurangan dan ketidakjujuran menjadi rahasia umum...seluruh anak yang saya tanya perihal UN mengakui bahwa untuk lulus UN mereka dipersilahkan oleh guru-guru mereka untuk saling bantu-membantu. Yang pintar diminta untuk membantu memberikan jawaban bagi teman-temannya yang kurang supaya semua dapat lulus UN. Ini adalah kejadian yang umum...
Jadi bohong kalau dikatakan UN berlangung tanpa kecurangan.
Saya berharap menteri pendidikan segera diganti. Dan ganti sistem pendidikan yang menitikberatkan pada keahlian...bukan semata-mata pada nilai ijazah.
Dari pengalaman saya sendiri, teman-teman saya yang lulusan PTN terkenal justru banyak yang menjadi pengangguran...karena mereka mengandalkan ijazah untuk mencari kerja. Sedangkan yang kuliahnya santai-santai saja, yang bayak bolos kuliah karena dagang...justru mereka ketika lulus malah mampu meenciptakan lapangan kerja bagi orang lain. Jadi menurut saya, yang penting bukan nilai ijazah...tapi keahlian.

9:51 AM  
Blogger sriudin (Sahrudin &Sri Iriani) said...

berkunjung disiang hari sambil baca-baca diblog sohib...www.sriudin.com

12:52 AM  
Anonymous Anonymous said...

setuju bangt...gmn mo maju bangsa ini klo dunia pendidikannya mash bgn2 ja. memang anggara pendidikan sdh dnaikan sampe 20% tapi dikorupsi juga ya habis juga gk nyampe tu...

7:06 PM  
Blogger Ega Minut said...

pendidikan dalam bidang KWN, SPIRITUAL, juga harus ditingkatkan.

2:11 PM  
Blogger FurQan Effendy Isnur said...

Kalau bisa kita jangan hanya berbicara tetapi berusaha juga untuk menciptakan pendidikan yang lebih layak dan berkualitas untuk anak negeri ini.....

7:57 PM  
Anonymous didit said...

kunjungan ya..
http://diditsr.blog.stisitelkom.ac.id/

8:51 PM  
Anonymous didit said...

maju terus pendidikan Indonesia. Kunjungan ya http://diditsr.blog.stisitelkom.ac.id/

8:53 PM  
Anonymous anton adiwijaya said...

seperti apa wajah pendidikan Indonesia di masa depan, itu adalah tanggung jawab kita bersama. mari kita melakukan yang terbaik di bidang masing - masing untuk memajukan pendidikan INDONESIA, lebih - lebih para stakeholder yang yang mengurusinya. jadi "apa yang bisa kita persembahkan untuk bangsa ini melalui pendidikan" untuk kita renungi bersama.
from : http://antontenera.wordpress.com

7:32 AM  
Anonymous Irsyaad Suharyadi said...

masyaallah,, saya terkejut saat asik membaca komentar yang mengatakan bahwa postingan ini sudah 5 tahun yang lalu, dan ketika ditengok itu berarti sudah 8 tahun yang lalu. berarti hal itu menunjukan tidak ada peningkatan malah penurunan pendidikan yang saya rasakan,,
walau saya pelajar saya berani katakan bahwa hampir 90% pelajar tidak punya kepercayaan dirinya sendiri apalagi ditambah dengan buruknya lingkungan belajar serta sistemnya (menuntut tanpa membimbing,gila dengan namanya gelar dan tanpa memikirkan proses- ujian nasional misalnya)

saya sudah jenuh dengan keadaan bangsa indonesia yang seperti ini,,
andai para pahlawan bangsa tahu mungkin mereka akan malu sangat malu dan pasti mereka akan bertindak
dan jika postingan ini tidak diwujudkan dalam bentuk nyata hal ini hanya akan menjadi postingan usang hingga ada orang yang menemukan blog ini lagi seperti saya kelak.

kerusakan bangsa yang sangat kompleks ini dan hanya bisa diusahakan oleh usaha baik yang kompleks juga. usia saya 17 tahun 10 bulan dan saya ingin mempersembahkan sesuatu untuk bangsa ini,,

jika ada yang sejalan dengan pemikiran saya silahkan kontak

085279390863
irsyaadyadi@gmail.com
@irsyaads24
ilmupadi12.blogspot.com

Terimakasih Banyak :)


9:13 PM  
Anonymous lapak qanita.com said...

tampilan bagus
terimakasih

6:28 AM  
Anonymous kiozpulsa.com said...

postingan anda bagus

6:30 AM  
Anonymous gadgetsunik.net said...

terimakasih untuk infonya

6:30 AM  
Anonymous airterapikesehatan.web.id said...

salam hangat untuk indonesia,semoga pendidikan di INDONESIA akan segera membaik

6:32 AM  
Anonymous sobrowiputra.com said...

postingan bagus
terimakasih

6:34 AM  
Anonymous duniateknik.web.id said...

isi postingan,ok

6:35 AM  
Blogger Nasrullah Idris said...

SEBAGIAN besar pengguna akun Facebook belajar sendiri. Nyaris tidak tampak bangunan untuk les atau kursus untuknya. Seolah-olah memperoleh guru tanpa nyawa yang membimbing mereka menjadi terampil. Ini berlangsung spontan, semangat, dan enjoy. Tidak pernah pula dibebankan masalah biaya bulan dan ujian rutin.

Ilmunya bertambah tiap kali mengakses internet. Yang sebelumnya sangat awam menjadi tahu benar. Mungkin saja porsinya lebih besar dalam sehari ketimbang yang diperoleh di bangku sekolah.

Nasrullah Idris
http://www.facebook.com/nasrullahidris.0081929784

5:30 PM  
Anonymous Anonymous said...

Miris memang, karena kesemrawutan yang ada saat ini tidak hanya di sektor pendidikan. Menurut saya yang awam, kunci permasalahan ini ada pada mindset (pola pikir) bangsa kita yang semakin bergeser kearah fisik/materi dan kesenangan sesaat. Konsep abstrak semakin kurang diperhatikan. Orang lebih suka mendengar, melihat, dan melakukan apa yang bisa mendatangkan keuntungan untuk dirinya sendiri. Bukan maksud untuk menyamaratakan, ya.. Banyak orang berlomba-lomba "mengolah" apa yang bisa "diolah" agar bisa disebut "orang mampu". Orang rela menyekolahkan anaknya di sekolah yang "mahal" agar tidak dianggap orang miskin. Tetapi banyak juga orang yang tidak lagi malu dijuluki miskin agar mendapat beragam bantuan yang mengatasnamakan kemiskinan.

7:49 AM  

Post a Comment

<< Home