Wednesday, December 29, 2004

Kapitalisme Pendidikan

Sudah rahasia umum jika pendidikan sekarang sangat mahal. Yah seperti kata buku, orang miskin dilarang sekolah! Memprihatinkan, tapi itulah kenyataannya. Masuk TK saja bisa mencapai ratusan ribu maupun jutaan rupiah, belum lagi kalo masuk SD-SMP-SMA-Universitas yang favorit. Kalau dihitung, seseorang yang masuk TK sampai dengan universitas yang favorit akan menghabiskan 100 juta lebih. Wow!
Sekolah memang harus mahal, itulah stigma yang tertanam di benak sebagian orang, dari orang awam dan bahkan sampai beberapa pejabat depdiknas. benarkah demikian??? Itu adalah omongan sesat, mereka yang bicara ngelantur begitu sudah pasti tidak pernah lihat kondisi luar. Malaysia, Jerman, bahkan Kuba sekalipun bisa membuat pendidikannya sangat murah dan dapat diaksese oleh sebagian besar lapisan masyarakatnya.
Pendidikan yang kapitalistik sekarang ini, yang bertujuan bisnislah yang membuat biaya-biaya membengkak. Pendidikan diserahkan sebagian kontolnya kepada swasta karena pemerintah yang kurang becus. Ada baiknya swasta ikut mengatur pendidikan sehingga masyarakat pun bisa berperan dalam lembaga pendidikan, tapi walau bagaimanapun ini bukan berarti bahwa pemerintah lepas tangan begitu saja. Ya, kan??? Pendidikan instan ala swasta yang mementingkan bisnis kjadi masalah besar buat dunia pendidikan. kadang terbaca di iklan-iklan, lembaga pendidikan yang menawarkan lulus cepat+absen tidak dihitung+dapat ijazah+dll. Sepertinya, yang penting bagi pendidikan hanyalah dapat ijazah buat kerja saja. Padahal pendidikan ditujukan untuk membangun moral individu dan tingkat pengetahuannya.
Lalu bagaimana caranya agar pendidikan bisa murah?? Wah, ini bukan persoalan gampang,dan jelas butuh pemikiran mendalam. Biar dipikir dan merenung dahulu. Tidak dituliskan disini, karena bakal sangat panjang juga.

15 Comments:

Anonymous Budi santosa said...

Saya sangat tertarik dengan pendidikan murah tetapi tidak murahan, saya ingin bergabung dengan para orang tua yang peduli dengan pendidikan anaknya tetapi tidak menghabiskan semua fasilitas kehidupan hanya untuk sekolah anaknya. Saya juga ingin berdiskusi mengenai peran kita yang nyata agar anak-anak kita bisa realistis dan bisa memilih hal dalam hidup ini tanpa terlihat konyol dengan lingkungannya. Adakah yang bisa bantu saya? saya besar dengan belajar tetapi tidak menghabiskan harta orang tua saya, saya masih bisa bermain, dan berbuat nakal dalam kapasitas saya sebagai anak kecil. Apabila melihat pendidikan sekarang ini saya sangat kahwatir anak saya stress karena belajar dan tidak menyenangkan bersekolah. Sekali lagi terima kasih apabila ada yang bisa bantu memecahkan maslah ini.

9:05 PM  
Blogger Pendidikan Indonesia said...

Hmm, mari kita bersama-sama membangun pendidikan yang berkualitas...Minimal, kita saling sharing dulu sekarang.

Gimana? kalo ada ide..silakan ditulis disini saja...

6:24 AM  
Anonymous Anonymous said...

yah sharing masalah pendidikan memang udah bukan hal yang aneh lagi jikalau biaya makin lama makin membengkak........semua itu seharusnya dibenahi dari mulai bawah....sistem pendidikan di indonesia yang membuat adanya kapitalis di dunia pendidikan.......yang otomatis pendidikan sekarang bukan lagi untuk membuat msayrakat pintar melainkan masyarakat sebagai bahan eksploitasi untuk mencari keuntungan..........dan karena sistem itupula pengangguran di indonesia semakin banyak.....karena sistem sks yang sejak dulu sudah digalangkan oleh pemerintah......semakin banyak sarjana yang lulus dengan kurun waktu yang cepat 4 tahun idealnya s1 dan 3tahun d3 sehingga menambah jumlah masyarakat yang ingin bekerja otomatis sistem absorsing muncul dalam setiap perusahaan.....seharusnya sistem di indonesia inilah yang harus kita benahi......

7:09 PM  
Anonymous Anonymous said...

Jorok ih, nulisnya, masa barang laki-laki diobral. Pendidikan diserahkan sebagian kontolnya kepada swasta karena pemerintah yang kurang becus.

7:58 AM  
Blogger noer fmn said...

Pendidikan gratis untuk rakyat indonesia..

7:00 PM  
Blogger akbar alexander said...

saya adalah siswa SMA kelas 3. sebagai calon mahasiswa yang seharusnya semangat remaja akan dunia luar dan kependidikan, malah menjadi jenuh.beberapa alasan yang membuat saya jenuh adalah 1.UN yang menjadi satu-satunya jalan untuk lulus SMA. hal ini membuat kebanyakan siswa taku mereka tidak lulus. mengisyaratkan tujuan sekolah mendapatkan sertifikat LULUS! padahal pendidikan adalah jalan untuk mencerdaskan bangsa bukan menjadikan standard mutu agar bisa kuliah ataupun kerja. kebanyakan sekolah hanya mengandalakan teori yang ada tanpa dikembangkan. namun dalam pemraktikannya sangat minim. 2. keadaan lingkungan yang memaksakan ita untuk mengejar menjadiorang dengan kemampuan ekonomi yang cukup. orang tua saya secara tidak langsung memaksa saya untuk sekolah dengan tujuan kahir KERJA. saya jadi berasumsi saya sekolah bertahun-tahun hanya untuk mengejar sebuah aktivitas dunia pencari harta. tolong berikan saya pencerahan akan hal ini... saya tidak mau pendidikan yang saya tempuh hanya untuk satu poin yang bersifat sementara...

5:43 AM  
Anonymous Anonymous said...

Seorang Ibu GTT di SMP N 1 Kawunganten Cilacap di-nol-kan jamnya karena arogansi sang kepala sekolah..Ibu GTT ini yang kebetulan sedang hamil besar tahu2 di-nol-kan yang denga kata lain dipecat dengan alasan "terbentur aturan" yang hingga saat ini tidak diketahui aturan apakah itu..ketika sedang memperjuangkan hak2nya..beberapa pihak yang ingin membantunya justru mendapatkan teror telpon dari si kepala sekolah tersebut yang mengatakan bahwa dia berkuasa untuk menghambat karir dari orang2 tersebut..hingga kini si Ibu GTT masih mencoba memperjuangkan dirinya dengan sisa2 tenaga yang ada..

1:11 AM  
Anonymous Anonymous said...

jika kita mau merenung sejenak, tentu akan mendapat gambaran yang masuk akal dan realistis, yaitu kenapa dunia pendidikan kita menjadi seperti ini, Tidak lain dan tidak bukan adalah akibat adanya keinginan yang dilakukan oleh para penguasa negeri ini agar manusia indonesia pada umumnya tetap menjadi manusia rendahan, bodoh dan kerdil.
Bukankah dunia pendidikan adalah pabriknya manusia ? . . . jika pabrik tersebut bagus tentu akan menghasilkan manusia-berkualitas yang berpotensi merubah keadaan negera ini menjadi lebih baik. . . . Itulah masalah sebenarnya . dan tidak dikehendaki oleh para pemimpin dan penguasa negeri ini ??? .. .. Wahai rekan-rekan semua , bersabarlah kalian, mari kita rapatkan barisan , pekerjaan ini amat berat. . . semoga tuhan memberi kekuatan dan ketabahan . . . selamat berjuang !

12:12 AM  
Anonymous Anonymous said...

sangat menarik dan menyedihkan juga bila kita membicarakan tetang pendidikan kapitalis,,,
karna hampir diseluruh bangsa indonesia pendidikanya tersistem kapitalis... (alangkah lucunya negeri ini)betul????.............
kita sebagai generasi muda yang kreatif,inovatif dan imajinatif mentalpun sekuat baja. marilah bersama - sama mendobrak suatu sistim yang bener2 kurang tepat bagi bangsa in.....walaupun itu tidak mudah...alangkah baiknya kita selalu berusaha dan perjuangkan hak2 rakyat yang masih dibungkam. saya pribadi merasa sangat sedih ketika melihat realita yang ada, anak2 banyak yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak..padahal mereka sangat potensial untuk meraih suatu prestasi yang akan menjujung tinggi nama bangsa indonesia di kancah internasional,,,,

12:28 AM  
Blogger Salman pulungan said...

KREN. . . . .
visit my group
salman-berwacana.blogspot.com

5:56 PM  
Anonymous cepi said...

Bagaimana cara menerapkan pendidikan anti korupsi pada anak usia dini,, supaya negara kita bebas dari korupsi,, soalnya kalau pejabat sekarang ya gitu deh kebanyakan mementingkan pribadi dari rakyatnya,,, tapi ga semua

7:52 AM  
Anonymous Anonymous said...

Berhubung sistem pendidikan kt kacau balau...sy lebih milih home scholling dg ngajar anak di rmh.
Anak gak dpt ijazah jg bisa hidup koq...asalkan mereka dibekali dg skill.
Skill tidak harus didapat dr sekolah...
Sy pernah bekerja di bank, justru yg menjadi nasabah inti di cabang sy bekerja dahulu adalah orang2 yg hanya berpendidikan SD dan SMP. Mengapa? Krn mrk punya skill yg bs diandalkan...dan memiliki mental yg kuat.

11:19 AM  
Blogger Rahman Wijaya said...

Ayo kita bersama bangun pendidikan di indonesia.
http://bubabud.blogspot.com

2:19 AM  
Blogger sriudin (Sahrudin &Sri Iriani) said...

Maju pendidikan
http://www.sriudin.com/

9:11 PM  
Anonymous Penerjemah Bahasa Belanda said...

kita harus ciptkan pendidikan yang terjangkau, bersih dri koruptor dan berkualitas, :) hidup Pendidikan!

2:35 AM  

Post a Comment

<< Home